Pernahkah
anda merasa bingung memilih pigura apa yang akan dipajang pada ruang tamu anda?
Pernahkah anda berdiri seharian sambil mengganti-ganti pajangan
foto keluarga? atau anda merasa serba salah dengan meletakkan lukisan
berukuran besar di kamar tidur?
Memajang foto-foto keluarga atau lukisan dalam dekorasi ruang dalam akan memberikan berbagai macam atmosfer suasana. Bahkan untuk memunculkan kesan homey tidak akan lengkap jika hanya mengandalkan penataan warna dinding atau furniture. Pajangan pigura di dinding ternyata tidak hanya berfungsi memperindah ruangan, tetapi juga dapat menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan pada sebuah ruangan. Kreatifitas dan penguasaan suasana ruang sangat diperlukan untuk menciptakan suasana ruang yang diinginkan. Berikut adalah tips-tips yang mungkin dapat membatu anda menyusun pajangan pigura. (baca: hiasan dinding tapis kaligrafi)
Memajang foto-foto keluarga atau lukisan dalam dekorasi ruang dalam akan memberikan berbagai macam atmosfer suasana. Bahkan untuk memunculkan kesan homey tidak akan lengkap jika hanya mengandalkan penataan warna dinding atau furniture. Pajangan pigura di dinding ternyata tidak hanya berfungsi memperindah ruangan, tetapi juga dapat menutupi kekurangan dan menonjolkan kelebihan pada sebuah ruangan. Kreatifitas dan penguasaan suasana ruang sangat diperlukan untuk menciptakan suasana ruang yang diinginkan. Berikut adalah tips-tips yang mungkin dapat membatu anda menyusun pajangan pigura. (baca: hiasan dinding tapis kaligrafi)
Tema
Tentu saja setiap ide kreatif memiliki tema!, sama halnya dengan menata pajangan pigura hal pertama yang harus kita kuasai adalah jenis ruang dan suasana apa yang akan ditonjolkan. Ruang keluarga perlu suasana hangat dan kekeluargaan, ruang tamu mungkin perlu suasana yang menimbulkan kesan “sederhana” ketika menerima tamu, atau bisa saja ingin memperlihatkan kedudukan sosial penghuninya pada rekanan bisnis atau kerabat yang datang bertamu. Namun satu hal yang paling penting adalah tema apapun yang akan kita pilih pasti akan memberikan pengaruh pada pengguna ruang, apakah sang pemilik rumah, keluarga, atau kerabat-kerabat yang bertamu.
Proporsi, Komposisi dan Skala
Proporsi, komposisi dan skala adalah tiga teknik dasar yang harus diperhatikan para fotografer atau pelukis dalam membuat karyanya terasa enak dilihat orang lain. Sama halnya dengan menyusun pajangan pigura, karena penyajiannya juga ditujukan agar orang lain dapat menilai suasana ruang. Proporsi merupakan prinsip kesesuaian berdasarkan perbandingan suatu objek terhadap objek lainnya. Misalnya besar dinding latar dan pigura yang akan dipajang atau besarnya foto atau lukisan terhadap pigura. Komposisi merupakan prinsip kesusuaian berdasarkan penyusunan tata letak objek. Misalnya penyusunan letak pigura pada sebuah bidang dinding, apakah ditengah, di sudut kiri atas atau di bawah, disusun berpola vertikal sama besar, disusun besar kecil secara acak atau disusun horisontal makin membesar ke kanan atau kiri. Sedangkan skala hampir mirip dengan prinsip proporsi, tetapi fokus terhadap penggunanya yaitu prinsip kesesuaian berdasarkan ukuran pandang manusia terhadap objek. Misalnya perbandingan luasan ruang dengan pajangan pigura atau perbandingan batas pandang pengguna terhadap pajangan pigura yang akan dipajang.
Latar belakang
Latar belakang atau background sering digunakan fotografer untuk menciptakan efek-efek tertentu terhadap objek fotografinya. Misalnya untuk memberikan kesan close up fotografer menyajikan foto dengan latar yang kontras terhadap model. Hal ini bertujuan agar model lebih menonjol dibandingkan latarnya. Sama halnya dengan penyusunan pigura, diperlukan kreativitas memadukan warna pajangan terhadap warna dindingnya. Pada dinding berwarna gelap sebaiknya menggunakan pigura-pigura yang bewarna cerah atau sebaliknya pada dinding bewarna cerah sebaiknya menggunakan pigura bewarna gelap. Tapi tentu saja prinsip ini tidak mutlak, tergantung maksud penyaji pajangan, apakah ingin menonjolkan bahan pajangan atau justru pajangannya yang menjadi latar belakang ruangan.
Pencahayaan
Fotografer sering menjadikan cahaya sebagai inspirasi kreatifitas pengambilan gambar untuk menciptakan efek-efek tertentu. Sama halnya dengan pengaturan pencahayaan untuk mendukung dekorasi ruang dalam. Untuk ruang keluarga perlu cahaya yang terang dengan satu atau dua lampu utama, tetapi mungkin untuk ruang tamu hanya perlu satu lampu bercahaya sedang dengan satu atau dua lampu sorot pada sudut pajangan pigura.
Tentu saja setiap ide kreatif memiliki tema!, sama halnya dengan menata pajangan pigura hal pertama yang harus kita kuasai adalah jenis ruang dan suasana apa yang akan ditonjolkan. Ruang keluarga perlu suasana hangat dan kekeluargaan, ruang tamu mungkin perlu suasana yang menimbulkan kesan “sederhana” ketika menerima tamu, atau bisa saja ingin memperlihatkan kedudukan sosial penghuninya pada rekanan bisnis atau kerabat yang datang bertamu. Namun satu hal yang paling penting adalah tema apapun yang akan kita pilih pasti akan memberikan pengaruh pada pengguna ruang, apakah sang pemilik rumah, keluarga, atau kerabat-kerabat yang bertamu.
Proporsi, Komposisi dan Skala
Proporsi, komposisi dan skala adalah tiga teknik dasar yang harus diperhatikan para fotografer atau pelukis dalam membuat karyanya terasa enak dilihat orang lain. Sama halnya dengan menyusun pajangan pigura, karena penyajiannya juga ditujukan agar orang lain dapat menilai suasana ruang. Proporsi merupakan prinsip kesesuaian berdasarkan perbandingan suatu objek terhadap objek lainnya. Misalnya besar dinding latar dan pigura yang akan dipajang atau besarnya foto atau lukisan terhadap pigura. Komposisi merupakan prinsip kesusuaian berdasarkan penyusunan tata letak objek. Misalnya penyusunan letak pigura pada sebuah bidang dinding, apakah ditengah, di sudut kiri atas atau di bawah, disusun berpola vertikal sama besar, disusun besar kecil secara acak atau disusun horisontal makin membesar ke kanan atau kiri. Sedangkan skala hampir mirip dengan prinsip proporsi, tetapi fokus terhadap penggunanya yaitu prinsip kesesuaian berdasarkan ukuran pandang manusia terhadap objek. Misalnya perbandingan luasan ruang dengan pajangan pigura atau perbandingan batas pandang pengguna terhadap pajangan pigura yang akan dipajang.
Latar belakang
Latar belakang atau background sering digunakan fotografer untuk menciptakan efek-efek tertentu terhadap objek fotografinya. Misalnya untuk memberikan kesan close up fotografer menyajikan foto dengan latar yang kontras terhadap model. Hal ini bertujuan agar model lebih menonjol dibandingkan latarnya. Sama halnya dengan penyusunan pigura, diperlukan kreativitas memadukan warna pajangan terhadap warna dindingnya. Pada dinding berwarna gelap sebaiknya menggunakan pigura-pigura yang bewarna cerah atau sebaliknya pada dinding bewarna cerah sebaiknya menggunakan pigura bewarna gelap. Tapi tentu saja prinsip ini tidak mutlak, tergantung maksud penyaji pajangan, apakah ingin menonjolkan bahan pajangan atau justru pajangannya yang menjadi latar belakang ruangan.
Pencahayaan
Fotografer sering menjadikan cahaya sebagai inspirasi kreatifitas pengambilan gambar untuk menciptakan efek-efek tertentu. Sama halnya dengan pengaturan pencahayaan untuk mendukung dekorasi ruang dalam. Untuk ruang keluarga perlu cahaya yang terang dengan satu atau dua lampu utama, tetapi mungkin untuk ruang tamu hanya perlu satu lampu bercahaya sedang dengan satu atau dua lampu sorot pada sudut pajangan pigura.
Sumber:
http://ruangketiga.weebly.com/
No comments:
Post a Comment